Rumah Subsidi identik dengan pembiayaan bank

Rumah Subsidi identik dengan pembiayaan bank

Rumah Subsidi identik dengan pembiayaan bank

Menurut data Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus mengatakan, saat ini ada 13,5 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah.

Sumber : https://ekonomi.kompas.com/read/2016/09/17/191946826/kementerian.pupr.13.5.juta.keluarga.indonesia.belum.miliki.rumah

Oleh karena itu sebagai solusi pemerintah Indonesia melalui  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menyelenggarakan program rumah bersubsidi. KPR rumah ini juga disebut KPR sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Program ini diberikan untuk masyarakat yang benar-benar berasal dari kalangan menengah ke bawah dan memang belum memiliki rumah.

Dalam teknisnya pemerintah melalui  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menunjuk beberapa bank sebagai penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Jadi uang subsidi ini disalurkan melalui bank – bank yang ditunjuk pemerintah.

Agar memenuhi segmen menengah ke bawah yang kebanyakan kesulitan memiliki rumah karena besarnya dp (down payment) dan besarnya cicilan bulanan. Maka program rumah subsidi ini menghadirkan dp sekecil2nya dibawah 5% bahkan sampai hanya 1 persen saja dengan cicilan 800rb per bulan dengan harapan masyarakat berpenghasilalan pas2an antara 2 – 3 Juta per bulan bisa memiliki rumah dengan fasilitas ini.

Karenanya Rumah subsidi rata rata menawarkan tipe rumah yang kecill. Biasanya luasan mulai dari 21 sampai 36 meter persegi dengan luas tanahnya sekitar 60 sampai 72 meter persegi. Dan rata-rata rumah subsidi hanya memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Dengan kapasitas ini, rumah subsidi hanya cukup untuk keluarga kecil dengan satu atau dua anak saja. Meski demikian kehadiran rumah subsidi ini menjadi harapan bagi keluarga menengah ke bawah untuk segera memiliki rumah.

Namun, bagi keluarga muslim kalangan menengah ke bawah yang sudah paham bahaya apa itu riba sangat mengharapkan hadirnya perumahan bersubsidi namun tidak ada kaitannya dengan perbankan dalam proses kepemilikannya. Selain dilarang Syariat. Praktek kpr melalui perantaraan perbankan baik bank konvensional ataupun bank syariah masih terdapat akad-akad yang batil yang tidak diperbolehkan dalam kaidah fikih Muamalah. Dan masih banyak syarat-syarat administrasi yang ribet misal harus ada slip gaji ataupun harus melewati proses bi checking.

Alhamdulillah kini telah hadir perumahan subsidi syariah termurah dan terbesar di bandung selatan tepatnya di baros Arjasari Banjaran dengan nama project Baros City View, dimana developernya adalah Develover Berpengalaman yang tergabung ketua HIMPERA JAWA BARAT yang sudah membangun perumahan lebih dari 5 juta unit rumah subsidi,  dan project baros city view ini awalnya memang project flpp atau rumah subsidi dan mulai november 2018 berkomitmen untuk hijrah 100% kpr perumahannya tanpa pembiayaan bank.

Detail info perumahannya silahkan klik Baros City View

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *